Novel (Part 1 & 2)
Hari Pertama
Adira Wijaya adalah namaku, kalian bisa saja memanggilku dengan nama Dira. Hari ini merupakan hari pertamaku masuk SMA yang tepatnya berada di kota di Bandung. Bisa dibilang saat disekolahku dulu aku tergolong murid yang pandai, ramah dan bisa dibilang cantik.
“ Kamu anak pindahan kan? Ayo ikut saya, saya wali kelas kamu” sapa seorang perempuan paruh baya yang memakai setelan kemeja rapih.
“ Selamat pagi anak-anak. Kita kedatangan murid baru. Sini masuk dan perkenalkan dirimu."
"Hallo semuanya perenalkan nama saya Adira Putri Bara saya murid pindahan dari Jakarta salam kenal ya semoga kita bisa berteman dengan baik."
Pelajaran pun dimulai dan tidak terasa kini sudah waktu istirahat.Perutku sudah keroncongan tapi aku tidak tau letak kantin dimana jadi aku putuskan untuk tidur, da berharap saat bangun nanti laparnya sudah hilang. Suara gaduh telah membangunkanku dan waktu istirahat pun sudah selesai.
Dan saat aku melihat kearah suara motor tersebut tampak seorang laki-laki memakai seragam sama sepertiku, tetapi saat kulihat lagi sepertinya ia kakak kelasku karena bajunya yang sudah terlihat sedikit usang.
"Mau pulang bareng ga? Jam segini biasanya jarang angkot lewat. "Ajak laki-laki itu.
"Gausah gue lagi nunggu jemputan kok" kataku.
Tapi dalam hatiku memang sudah lumayan sore juga,tapi kalo aku pulang bareng dia aku kan gak tau dia itu siapa, dan dia itu jahat apa engga. Saking kelamaannya mikir aku malah ngelamun.
"Gausah takut gue bukan orang jahat kok" seketika aku sedikit terkejut karena seolah-olah ia tau apa yang ada di dalam otakku. Aku hanya diam karena masih bimbang.
"Tau gak disini itu kalo udah gelap kaya gini suka ada preman-preman tau." Katanya dengan nadanya yang menakutiku.
"Gausah gue nunggu jemputan gue aja."
"Yaudah gue duluan nih." dengan cepat ia kembali melajukan motor ninja merahnya
Kini jam menunjuk ke angka lima tapi Mang adi belum juga jemput. Mana Hp mati lagi gak tepat bangret waktunya.
"Baru pulang nak?"
"Iya bun, capek nih." Kataku sambil mencium bunda.
"Yaudah sana mandi dulu, kamu bau ih. Nanti makan, bunda udah nyiapin makanan kesukaan kamu tuh."
"Yes, pasti ayam kecap" dan bunda pun menjawabnya hanya dengan senyuman saja yang berarti iya.
Hanya butuh waktu 10 menit kini aku sudah berada di depan meja makan dan siap menyantap ayam kecap.
"Vin nanti kalo kamu udah selesai makannya tolongin bunda dong beliin pewangi ruangan."
"Soalnya udah sebulan wanginya ini terus bunda bosen” sambil memberikan selembar uang seratus ribu.
“ Siap bun.”
"Lo masih nunggu jemputan lo?" tanya gue.
Gue kaget karena nunggu terlalu lama pikiran gue udah kacau kemana-mana.
"Eh.... Iya belum dateng juga dari tadi."
Udah hampir dua jam lamanya ia menunggu Pak Adi tapi gak dateng-dateng juga. Mana Hp mati lagi. Jadi ga bisa hubungin bunda dirumah.
"Yaudah cepet naik ntar keburu maghrib. Tenang gue ga bakal ngapa-ngapain lo kok sumpah beneran. "Ucapnya seraya meyakinkanku.
"Yaudah kenalin dulu gue Davin dari kelas XII IPA 2, udah kan gue baik kok. Buruan naik."
Akhirnya aku pun menerima ajakannya mengingat waktu.
"Rumah lo dimana? Lo tunjukin aja arah nya." Ucapnya, dengan mata yang tetap fokus kedepan.
"Lurus aja terus belok kiri entar sebelah kanan ada perumahan nah masuk situ nanti berhenti di Blok C No.45." Davin mengikuti apa yang arahkan Dira.
"Lah ini mah arah jalan ke rumah gue berarti dia satu komplek sama gue cuman beda bloknya aja. Baguslah sekalian pulang hehe"
"Kalo boleh tau nama lo siapa? Lo murid baru ya soalnya gue baru lo liat hari ini disekolah?"
sambil terus menyetir ia melayangkan beberapa pertanyaan ke gue.
"Iya gue murid pindahan. Dan hari ini hari pertama gue masuk sekolah."
Karena dari tadi ngobrol, gak kerasa kalo mereka udah sampe depan rumah.
"Ini rumah lo kan?" tanya Davin.
"Eh.. iya udah nyampe ya. Makasih ya kak udah nganterin aku pulang.?
"Yaudah kalo gitu gue langsung pulang ya keburu adzan.”
“Ati-ati ya kak. Makasih.” Ucapku dengan memberikan senyuman.
“ Buset...dari tadi makasih mulu. Iya deh sama-sama.” Setelah itu ia langsung melajukan motornya.
"Tadi bunda yang minta Mang Adi anter bunda ke acara teman bunda. Abisnya Hp kamu mati sih jadi bunda gak bisa ngabarin kamu."
"Oh iya ya Hp aku kan mati. Yaudah kalo gitu aku mau mandi dulu ya bun bau keringet."
Saat masuk kamar rasanya pengen langsung tiduran aja di kasur. Abisnya badan kayak udah mau copot, pegel banget.
Dira cepet turun makan dulu Teriak bunda dari bawah yang sepertinya sudah menyiapkan makan malam.
"Iya bentar bun."
"Bun tumben makanannya gak kaya ikan asin" Ledek ku karena pada dasarnya, bunda tuh gak bisa masak.
"Iya bunda akhir-akhir ini lagi sering latihan masak. Kan kasian papah kamu makan masakan bibi mulu kan bunda juga mau sekali-masakin papah Kata bunda panjang lebar, sambi senyum-senyum sendiri.
"Ekhem... cie bunda so sweet banget sih"
"Iya dong" dilanjut dengan gelak tawa kita berdua.
Selesai makan aku pun naik ke atas menuju kamar.
Kayaknya besok gak ada PR deh, yaudah lah lanjut tidur aja. Ucapku saat melihat jadwal dan ternyata tidak ada tugas.
Saat aku mulai memejamkan mata aku tiba-tiba teringat Kak Davin. Karena dengan baik hati memberikan tumpangannya ke aku padahal kan kita belum pernah ketemu apalagi kenal.
Kira kira aku ngasih apa ya, buat ucapan terima kasihnya apa aku kasih nasi goreng aja ya besok. Semoga aja kak Davin nerima nasi gorengnya.
Setelah berfikir keras apa yang harus di berikan pada Davin.Tanpa ia sadari kini ia sedang berada dalam dunia mimpinya.
Dia
Di sisi lain kini Davin sedang berkutat dengan buku Fisika dan sejak tadi pikirannya selalu teringat Dira entah apa yang membuatnya seperti ini mengingat ia belum mempunyai pengalaman menyukai lawan jenis.Dan saat melihat Dira ia rasa wajahnya itu tidak asing seperti telah berteman lama dengannya. Tapi ia pikir mungkin itu cuman pikirannya saja
Tiba tiba muncul banyak notif di line. Dengan malas ia membuka grup yang sedari tadi menjadi salah satu pemicu dirinya tidak konsen membaca.
Bobrok ☺☻
Beben : Hai gengs.
Dika. : Gengs gengs tai kucing, ada apaan sih?
Hari : 2
Beben : Selow dong bro. Gue punya berita hottt niech☻
Hari : Berita apa sih gaje lu.
Beben : Tadi gue, eh tapi ga tadi banget sih beberapa jam yang lalu gue liat si Jovin boncengin cewe coy.
Dika : Jovin sape?
Hari : Palingan singkatan dari Jones Davin yhaaa..
Beben : 1 juta buat IRAH pajak ditanggung pemenang ya☻ (dibalik bacanya guys) wkwk
Anda : Berisik lo.
Dika : Vin emang bener lu bonceng cewe kemarin? (penasaran)
Anda : Iya
Beben : Ceritain dong mas awal kejaiannya seprti apa bagaimana dan dengan siapa?
Anda : Berisik tar gue cerita besok. Jangan berisik gue mau tidur. Byee.
Beben : Ok. Jangan lupa ceritanya
Kini Davin dan teman-temannya sedang berada di kantin. Berhubung Bu Sari ga masuk karena ada keperluan, alhasil mereka sedang berjajan ria ditemani dengan kentang goreng dan pop ice mangga milik Davin coklat dan vanilla milik Beben dan Hari sedangkan Dika masih dikelas karena sedang menyelesaikan tugas kelompoknya.
"Vin ayo cerita dong yang kemarin, kan lu udah janji." tagih beben karena tidak sabaran mendengarnya.
"Bentar kita tunggu si Dika balik aja."
"Si Dika belum balik juga?" tanya Beben.
"Tau rajin banget si Dika emang tugas apa sih?" Lanjut Hari bertanya.
Sedangkan Davin sedang menikmati kentang goreng dengan mata yang tetap fokus ke handphone nya.
"Vin kita kan lagi nanya lu malah asik-asikan mainin handphone mulu." menepuk keras pundak Davin.
"Eh..he.. Kenapa? Lu ngomong apa?" jawab Davin yang kebingungan karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Gue tanya si Dika ngerjain tugas apa? Rajin banget" tanya Beben ulang.
"Jelaslah dia rajin banget orang yang dikerjainnya tugas Pa Didi, kalo misalkan satu orang aja dalam kelompok bisa-bisa urusannya panjang."
"Oh untung gue udah ngerjain. Gue baru tau kalo pa Didi sampe segitunya."
"Woy !!" tiba-tiba Dika datang dari belakang dan mengagetkan mereka semua berbeda dengan Davin karena ia bisa melihat pantulan Dika dari ponselnya.
"Kalian lagi pada ngomongin gue ya."
"Udah duduk-duduk dari tadi kita nungguin lu kelar ngerjain tugas Davin mau cerita" kata Hari yang udah gak sabaran nungguin ceritanya Davin.
"Iya bentar gue pesen minuman dulu."
"Buruan."
Beberapa menit kemudian Dika datang sambil bawa minumannya.
"ayo vin ceritain."
"Singkatnya jadi kemarin tuh gue mau pulang, pas digerbang gue ketemu cewe namanya Dira anak kelas XI IPA 2. Waktu itu udah sekitar jam setengah enam dan dia belum juga dijemput, jadi akhirnya gue anterin dia pulang dan arahnya juga sama. Udah cuman itu aja."
"Udah cuman gitu doang gue kira ada apa lagi." Dilihat dari wajahya, Beben yang sedari tadi menunggu tampak kesal karena ceritanya yang sangat sangat ga berfaedah.
"Iya udah cuman itu aja."
"Oke."
Dan akhirnya ia tumbang, sampai ketika ternyata Bu Vera sedang berada di hadapannya dan melihat Dira dengan mata yang seolah-olah ada api yang sedang membara. Zira yang duduk disebelahnya pun sudah mencoba membangunkannya sebelum Bu Vera yang bertindak tetapi tetap saja ia tak kunjung bangun dari tidurnya.
"Dira bangun! Berani sekali kamu tidur saat jam pelajaran saya. Habis bergadang ya kamu?*
"Maaf bu saya cuman kelelahan saja, maaf bu saya tidak akan mengulanginya lagi." Mohon Dira pada Bu Vera yang dikenal sangat galak atau mungkin bisa dibilang guru perempuan yang palin killer pasangannya Pa Didi.
"Ya sudah kembali lagi lihat buku kalian masing-masing, sekarang kalian buka paket hal.128, disan ada latihannya coba kalian kerjakan dan hari ini kumpulkan. Sekarang waktu ibu sudah habis kan? Yasudah saya permisi.
"Assalamuaalaikum.wr.wb anak-anak pun menjawab salam dan setelahnya banyak murid yang menggerutu karena mereka fikir tugas yang kemarin diberi saja belum selesai dan sekarang ada tugas baru.
"Dir kamu udah selesai belum" Tanya Zira.
Belumlah orang pas pelajaran tadi aku tidur
" oh iya..ya "
Adira Wijaya adalah namaku, kalian bisa saja memanggilku dengan nama Dira. Hari ini merupakan hari pertamaku masuk SMA yang tepatnya berada di kota di Bandung. Bisa dibilang saat disekolahku dulu aku tergolong murid yang pandai, ramah dan bisa dibilang cantik.
□□□
Saat ini aku berada di Ruang Kepala Sekolah karena menunggu wali kelasku.“ Kamu anak pindahan kan? Ayo ikut saya, saya wali kelas kamu” sapa seorang perempuan paruh baya yang memakai setelan kemeja rapih.
“ Selamat pagi anak-anak. Kita kedatangan murid baru. Sini masuk dan perkenalkan dirimu."
"Hallo semuanya perenalkan nama saya Adira Putri Bara saya murid pindahan dari Jakarta salam kenal ya semoga kita bisa berteman dengan baik."
Pelajaran pun dimulai dan tidak terasa kini sudah waktu istirahat.Perutku sudah keroncongan tapi aku tidak tau letak kantin dimana jadi aku putuskan untuk tidur, da berharap saat bangun nanti laparnya sudah hilang. Suara gaduh telah membangunkanku dan waktu istirahat pun sudah selesai.
□□□
Kini aku sedang berada di gerbang sekolah menunggu jemputanku. Tiba-tiba suara motor terdengar dan suara itu semakin mendekat ke arahku.Dan saat aku melihat kearah suara motor tersebut tampak seorang laki-laki memakai seragam sama sepertiku, tetapi saat kulihat lagi sepertinya ia kakak kelasku karena bajunya yang sudah terlihat sedikit usang.
"Mau pulang bareng ga? Jam segini biasanya jarang angkot lewat. "Ajak laki-laki itu.
"Gausah gue lagi nunggu jemputan kok" kataku.
Tapi dalam hatiku memang sudah lumayan sore juga,tapi kalo aku pulang bareng dia aku kan gak tau dia itu siapa, dan dia itu jahat apa engga. Saking kelamaannya mikir aku malah ngelamun.
"Gausah takut gue bukan orang jahat kok" seketika aku sedikit terkejut karena seolah-olah ia tau apa yang ada di dalam otakku. Aku hanya diam karena masih bimbang.
"Tau gak disini itu kalo udah gelap kaya gini suka ada preman-preman tau." Katanya dengan nadanya yang menakutiku.
"Gausah gue nunggu jemputan gue aja."
"Yaudah gue duluan nih." dengan cepat ia kembali melajukan motor ninja merahnya
Kini jam menunjuk ke angka lima tapi Mang adi belum juga jemput. Mana Hp mati lagi gak tepat bangret waktunya.
□□□
Suara deru motor memasuki pekarangan rumah yang luas dan bnayak tanaman di sekelilingnya. Kini seorang perempuan berparas cantik itu menyambutku dengan senyuman yang tak lain adalah bundaku namanya Tika, ayahku sedang tidak dirumah ia sedang di luar kota mengurus bisnisnya. Dan nama gue Muhammad Davin Nugraha."Baru pulang nak?"
"Iya bun, capek nih." Kataku sambil mencium bunda.
"Yaudah sana mandi dulu, kamu bau ih. Nanti makan, bunda udah nyiapin makanan kesukaan kamu tuh."
"Yes, pasti ayam kecap" dan bunda pun menjawabnya hanya dengan senyuman saja yang berarti iya.
Hanya butuh waktu 10 menit kini aku sudah berada di depan meja makan dan siap menyantap ayam kecap.
"Vin nanti kalo kamu udah selesai makannya tolongin bunda dong beliin pewangi ruangan."
"Soalnya udah sebulan wanginya ini terus bunda bosen” sambil memberikan selembar uang seratus ribu.
“ Siap bun.”
□□□
Kini aku berada di supermarket dan membelikan apa yang bunda pesan yaitu pewangi ruangan, tapi aku pilih yang rasa apel dan jeruk biar seger aja rumahnya. Saat pulang aku sengaja pulang lewat sekolah. Dan ternyata disana ada Dira yang masih nunggu jemputannya. Aku pun melajukan motorku ke arahnya."Lo masih nunggu jemputan lo?" tanya gue.
Gue kaget karena nunggu terlalu lama pikiran gue udah kacau kemana-mana.
"Eh.... Iya belum dateng juga dari tadi."
Udah hampir dua jam lamanya ia menunggu Pak Adi tapi gak dateng-dateng juga. Mana Hp mati lagi. Jadi ga bisa hubungin bunda dirumah.
"Yaudah cepet naik ntar keburu maghrib. Tenang gue ga bakal ngapa-ngapain lo kok sumpah beneran. "Ucapnya seraya meyakinkanku.
"Yaudah kenalin dulu gue Davin dari kelas XII IPA 2, udah kan gue baik kok. Buruan naik."
Akhirnya aku pun menerima ajakannya mengingat waktu.
"Rumah lo dimana? Lo tunjukin aja arah nya." Ucapnya, dengan mata yang tetap fokus kedepan.
"Lurus aja terus belok kiri entar sebelah kanan ada perumahan nah masuk situ nanti berhenti di Blok C No.45." Davin mengikuti apa yang arahkan Dira.
"Lah ini mah arah jalan ke rumah gue berarti dia satu komplek sama gue cuman beda bloknya aja. Baguslah sekalian pulang hehe"
"Kalo boleh tau nama lo siapa? Lo murid baru ya soalnya gue baru lo liat hari ini disekolah?"
sambil terus menyetir ia melayangkan beberapa pertanyaan ke gue.
"Iya gue murid pindahan. Dan hari ini hari pertama gue masuk sekolah."
Karena dari tadi ngobrol, gak kerasa kalo mereka udah sampe depan rumah.
"Ini rumah lo kan?" tanya Davin.
"Eh.. iya udah nyampe ya. Makasih ya kak udah nganterin aku pulang.?
"Yaudah kalo gitu gue langsung pulang ya keburu adzan.”
“Ati-ati ya kak. Makasih.” Ucapku dengan memberikan senyuman.
“ Buset...dari tadi makasih mulu. Iya deh sama-sama.” Setelah itu ia langsung melajukan motornya.
□□□
“ Loh kok Pak Adi ada di rumah ga jemput aku tadi?” aku sedikit kesal karena Mang Adi membuatku menunggu hampir dua jam disana."Tadi bunda yang minta Mang Adi anter bunda ke acara teman bunda. Abisnya Hp kamu mati sih jadi bunda gak bisa ngabarin kamu."
"Oh iya ya Hp aku kan mati. Yaudah kalo gitu aku mau mandi dulu ya bun bau keringet."
Saat masuk kamar rasanya pengen langsung tiduran aja di kasur. Abisnya badan kayak udah mau copot, pegel banget.
Dira cepet turun makan dulu Teriak bunda dari bawah yang sepertinya sudah menyiapkan makan malam.
"Iya bentar bun."
"Bun tumben makanannya gak kaya ikan asin" Ledek ku karena pada dasarnya, bunda tuh gak bisa masak.
"Iya bunda akhir-akhir ini lagi sering latihan masak. Kan kasian papah kamu makan masakan bibi mulu kan bunda juga mau sekali-masakin papah Kata bunda panjang lebar, sambi senyum-senyum sendiri.
"Ekhem... cie bunda so sweet banget sih"
"Iya dong" dilanjut dengan gelak tawa kita berdua.
Selesai makan aku pun naik ke atas menuju kamar.
Kayaknya besok gak ada PR deh, yaudah lah lanjut tidur aja. Ucapku saat melihat jadwal dan ternyata tidak ada tugas.
Saat aku mulai memejamkan mata aku tiba-tiba teringat Kak Davin. Karena dengan baik hati memberikan tumpangannya ke aku padahal kan kita belum pernah ketemu apalagi kenal.
Kira kira aku ngasih apa ya, buat ucapan terima kasihnya apa aku kasih nasi goreng aja ya besok. Semoga aja kak Davin nerima nasi gorengnya.
Setelah berfikir keras apa yang harus di berikan pada Davin.Tanpa ia sadari kini ia sedang berada dalam dunia mimpinya.
Dia
Di sisi lain kini Davin sedang berkutat dengan buku Fisika dan sejak tadi pikirannya selalu teringat Dira entah apa yang membuatnya seperti ini mengingat ia belum mempunyai pengalaman menyukai lawan jenis.Dan saat melihat Dira ia rasa wajahnya itu tidak asing seperti telah berteman lama dengannya. Tapi ia pikir mungkin itu cuman pikirannya saja
Tiba tiba muncul banyak notif di line. Dengan malas ia membuka grup yang sedari tadi menjadi salah satu pemicu dirinya tidak konsen membaca.
Bobrok ☺☻
Beben : Hai gengs.
Dika. : Gengs gengs tai kucing, ada apaan sih?
Hari : 2
Beben : Selow dong bro. Gue punya berita hottt niech☻
Hari : Berita apa sih gaje lu.
Beben : Tadi gue, eh tapi ga tadi banget sih beberapa jam yang lalu gue liat si Jovin boncengin cewe coy.
Dika : Jovin sape?
Hari : Palingan singkatan dari Jones Davin yhaaa..
Beben : 1 juta buat IRAH pajak ditanggung pemenang ya☻ (dibalik bacanya guys) wkwk
Anda : Berisik lo.
Dika : Vin emang bener lu bonceng cewe kemarin? (penasaran)
Anda : Iya
Beben : Ceritain dong mas awal kejaiannya seprti apa bagaimana dan dengan siapa?
Anda : Berisik tar gue cerita besok. Jangan berisik gue mau tidur. Byee.
Beben : Ok. Jangan lupa ceritanya
Kini Davin dan teman-temannya sedang berada di kantin. Berhubung Bu Sari ga masuk karena ada keperluan, alhasil mereka sedang berjajan ria ditemani dengan kentang goreng dan pop ice mangga milik Davin coklat dan vanilla milik Beben dan Hari sedangkan Dika masih dikelas karena sedang menyelesaikan tugas kelompoknya.
"Vin ayo cerita dong yang kemarin, kan lu udah janji." tagih beben karena tidak sabaran mendengarnya.
"Bentar kita tunggu si Dika balik aja."
"Si Dika belum balik juga?" tanya Beben.
"Tau rajin banget si Dika emang tugas apa sih?" Lanjut Hari bertanya.
Sedangkan Davin sedang menikmati kentang goreng dengan mata yang tetap fokus ke handphone nya.
"Vin kita kan lagi nanya lu malah asik-asikan mainin handphone mulu." menepuk keras pundak Davin.
"Eh..he.. Kenapa? Lu ngomong apa?" jawab Davin yang kebingungan karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Gue tanya si Dika ngerjain tugas apa? Rajin banget" tanya Beben ulang.
"Jelaslah dia rajin banget orang yang dikerjainnya tugas Pa Didi, kalo misalkan satu orang aja dalam kelompok bisa-bisa urusannya panjang."
"Oh untung gue udah ngerjain. Gue baru tau kalo pa Didi sampe segitunya."
"Woy !!" tiba-tiba Dika datang dari belakang dan mengagetkan mereka semua berbeda dengan Davin karena ia bisa melihat pantulan Dika dari ponselnya.
"Kalian lagi pada ngomongin gue ya."
"Udah duduk-duduk dari tadi kita nungguin lu kelar ngerjain tugas Davin mau cerita" kata Hari yang udah gak sabaran nungguin ceritanya Davin.
"Iya bentar gue pesen minuman dulu."
"Buruan."
Beberapa menit kemudian Dika datang sambil bawa minumannya.
"ayo vin ceritain."
"Singkatnya jadi kemarin tuh gue mau pulang, pas digerbang gue ketemu cewe namanya Dira anak kelas XI IPA 2. Waktu itu udah sekitar jam setengah enam dan dia belum juga dijemput, jadi akhirnya gue anterin dia pulang dan arahnya juga sama. Udah cuman itu aja."
"Udah cuman gitu doang gue kira ada apa lagi." Dilihat dari wajahya, Beben yang sedari tadi menunggu tampak kesal karena ceritanya yang sangat sangat ga berfaedah.
"Iya udah cuman itu aja."
"Oke."
□□□
Bu Vera sedang menerangkan masalah mengenai organ reproduksi manusia. Tapi Dira sudah tak kuat menahan kantuknya yang sedari tadi melanda.Dan akhirnya ia tumbang, sampai ketika ternyata Bu Vera sedang berada di hadapannya dan melihat Dira dengan mata yang seolah-olah ada api yang sedang membara. Zira yang duduk disebelahnya pun sudah mencoba membangunkannya sebelum Bu Vera yang bertindak tetapi tetap saja ia tak kunjung bangun dari tidurnya.
"Dira bangun! Berani sekali kamu tidur saat jam pelajaran saya. Habis bergadang ya kamu?*
"Maaf bu saya cuman kelelahan saja, maaf bu saya tidak akan mengulanginya lagi." Mohon Dira pada Bu Vera yang dikenal sangat galak atau mungkin bisa dibilang guru perempuan yang palin killer pasangannya Pa Didi.
"Ya sudah kembali lagi lihat buku kalian masing-masing, sekarang kalian buka paket hal.128, disan ada latihannya coba kalian kerjakan dan hari ini kumpulkan. Sekarang waktu ibu sudah habis kan? Yasudah saya permisi.
"Assalamuaalaikum.wr.wb anak-anak pun menjawab salam dan setelahnya banyak murid yang menggerutu karena mereka fikir tugas yang kemarin diberi saja belum selesai dan sekarang ada tugas baru.
"Dir kamu udah selesai belum" Tanya Zira.
Belumlah orang pas pelajaran tadi aku tidur
" oh iya..ya "
Komentar
Posting Komentar