Cerpen
Berubah
Malam ini aku sangat gugup, untuk menghadapi esok hari. Besok merupakan hari pertamaku masuk SMA mungkin itu terdengar aneh, memangnya kenapa masuk SMA saja sampe gugup. Kalian akan tahu jika kalian berada di posisiku pada saat itu. Walaupun sepele tapi hal itu sangat membuatku gugup tetapi sedikit bercampur dengan rasa senang.
□□□
Adira Putri Bara adalah namaku, kalian bisa saja memanggilku dengan nama Dira. Hari ini merupakan hari pertamaku masuk SMA yang tepatnya berada di kota di Bandung. Bisa dibilang saat disekolahku dulu aku tergolong murid yang pandai, ramah dan bisa dibilang cantik.
□□□
Saat ini aku berada di Ruang Kepala Sekolah karena menunggu wali kelasku.“ Kamu anak pindahan kan? Ayo ikut saya, saya wali kelas kamu” sapa seorang perempuan paruh baya yang memakai kaca mata tersebut.
“ Selamat pagi anak-anak. Kita kedatangan murid baru. Sini masuk dan perkenalkan dirimu.
"Hallo semuanya perenalkan nama saya Adira Putri Bara saya murid pindahan dari Jakarta salam kenal ya semoga kita bisa berteman dengan baik."
Pelajaran pun dimulai dan tidak terasa kini sudah waktu istirahat.Perutku sudah keroncongan tapi aku tidak tau letak kantin dimana jadi aku putuskan untuk tidur, da berharap saat bangun nanti laparnya sudah hilang. Suara gaduh telah membangunkanku dan waktu istirahat pun sudah selesai.
□□□
“ Tadi kalian denger ga, ada pengumuman. Katanya seluruh anak kelas X berkumpul dilapangan. “ tanya Dika.“ Iya, kumpulnya pas pulang sekolah. “ Lisa yang menambahkan
Karena aku yang tadi aku tidur terlalu pulas sampai tidak mendengar ada pengumuman apa tadi. Ternyata pulang sekolah akan ada kumpulan di lapangan. Setelah itu, aku pun merapikan buku-buku diatas meja yang sedikit berantakan.
Aku merupakan orang yang susah untuk bersosialisasi dan butuh waktu yang banyak tanpa terkecuali dengan empat orang sahabatku yang sudah kukenal sejak kecil yakni Lisa, Dilla, Riva dan Hani. Jika dengan mereka aku bisa dibilang orang yang cerewet, karena aku sudah nyaman dengan mereka. Kami biasanya saling betukar pikiran dan sebagainya.
□□□
“ Teet ... Teet ... “ Bel sekolah terdengar sampai kepenjuru sekolah. Semua siswa pun berhenti dari semua aktivitasnya dan mulai berkemas untuk kumpulan dilapangan. Saat aku turun dan melihat di lapangan sudah banyak anak anak kelas X dan ada beberapa anggota OSIS yang terlihat. Katanya sih kita kumpul itu untuk pendataan Ekstrakulikuler dengan ekstra wajib Pramuka.Setelah setiap ekstra menampilkan dan memberitahu kelebihan ekstranya kami disuruh memilih ekstra. Sebenarnya banyak pilihan ekstra tetapi aku sulit untuk memilih. Tetapi tiba tiba aku tertarik dengan ekstra Teater. Dan beruntungnya empat sahabat ku juga sama memilih ekstra tersebut.
Jika kalian sudah memilih ekstra, kalian berkumpul ke stand ekstranya masing masing! Untuk informasi lebih lanjut mengenai ekstranya. Pak Dedi berbicara menggunakan mic untuk mengkondisikan siswa siswa yang sejak tadi rusuh karena sedang memilih ekstranya.
Aku pun berkumpul ke stand Teater seperti apa yg dibilang Pak Dedi.
" Hai, adik-adik. Kalian bener nih semuanya masuk ekstra teater. Kita ga mau kalian tiba tiba keluar, kalian yang ikut ekstra ini harus komitmen!." Ujar ka Dinda yang merupakan Ketua ekstra Teater.
"Ekstra kita dibina oleh Pak Gavi guru Bahasa Indonesia. Kalian tau kan. Kita jadwal ekstranya hari Kamis ya sepulang sekolah. Saya harap kalian bisa komitmen dengan ekstra ini dan nanti hari Kamis kalian wajib datang ya. “ Tambah Ka Dinda.
□□□
Langit langit rumahku tiba tiba menggelap dan aku pun menyadari bahwa sekarang mungkin aku sedang terlelap."Dira bangun sayang sudah waktunya makan malam." Rupanya ibuku yang membangunkanku. Dan aka hanya menoleh lalu tersenyum seraya berkata
"Sebentar lagi ya bu aku masih ngantuk banget. Sebentar lagi ak keluar." Lalu ibuku meninggalkan kamarku.
Kini aku pun sedang mengerjakan Tugasku setelah mengisi perutku. Setelah menyelesaikan tugasku aku pun kembali untuk beristirahat karena besok adalah jadwal ekstraku.
□□□
“ Teet ... Teet ... “ Bel pulang sekolah berbunyi. Segera setelah mengemas buku–buku ku kedalam tas aku pun langsung menuju ke ruang Auditorium tempat ekstra Teater berkumpul. Disana masih belum banyak siswa siswi yang datang seperti kemarin pada saat pemilihan ekstra, mungkin aku terlalu bersemangat untuk ikut."Sa aku takut nih, kalo nanti kita di suruh akting nampilin sesuatu gimana aku kan gabisa kalo banyak orang kaya gini." Keluhku pada Lisa sahabatku. "Udah tenang aja ada kita ko gausah khawatir." Jawab Lisa dengan nada yang menenangkan.
"Assalamulaikum. Apa kabar ? Ka Dinda dengan ramah menyapa kita semua dan kita pun menjawabnya. Karena ini kali pertama kita bertemu jadi kakak mau kalian semuanya memperkenalkan diri dan apa sih alasan kalian untuk masuk ekstra ini? Yaudah kita mulai ya dari yang paling depan ujung kanan."
Semuanya telah memperkenalkan dan memberitahu apa alasan mereka untuk mengikuti ekstra ini. Jawabannya sih beragam ada yang ingin belajar akting, ada yang emang hobi akting, ada yang ikut ikutan temen, dan yang lebih parah malah ada yang bilng ngincer ka Deva. Rata-rata sih jawabannya yang kayak aku sebutin tadi tapi tenang aja ada ko yang emang bener-bener niat mau ikutan ekstra walau dalem hatinya ada rasa pingin ketemu terus kak Deva kaya aku:D.
Ka Deva merupakan salah satu kakak kelas yang populer di sekolah, udah pinter, ganteng, baik terus orangnya sopan. Tapi disini aku skip aja ya hal-hal tentang kak Deva kalian bayangin aja pasti di setiap sekolah kalian ada aja kan yang Kakak kelasnya Populer gitu kaya di Wattpad.
Sekarang kan masih jam empat karena masih ada waktu kita akan bagi kelompok, kalian boleh pilih sendiri anggotanya. Setelah selesai kalian diskusikan dengan kelompoknya mau menamplikan apa, dan nanti minggu depan saat ekstra kita akan acak kelompok mana dulu yang akan tampil. Jadi minggu depan setiap kelompok harus siap semua. Kalo sudah kalian semua boleh pulang.
Aku dan keempat sahabatku satu kelompok ditambah dengan dua orang laki-laki yakni Dimas dan Tiar. Karena arah pulang kami searah kecuali Hani, jadi kami melanjutkan diskusi yang tadi belum selesai. Dan akhirnya kami memutuskan untuk mengambil Judul Romeo dan Juliet dan yang bikin aku sedikit kesal adalah akulah yang diminta memerankan Julietnya.
□□□
Sabtu ini kami Kerja kelompok untuk menyiapkan segala hal dari mulai naskah yang paling penting, pembagian tugas, properti dan busana apa yang cocok dipakai. Dimas terpilih untuk memerankan karakter Romeo, Tiar menjadi sutradara dan merangkap sebagai kameramen, Lisa dan Riva sebagai penanggung jawab dari busana, Dilla Aku dan Dimas sebagai penanggung jawab dari properti. Setelah selaesai kami pun lanjut dengan pembacaan naskah dan megoreksi bagaimana seharusnya kalimat tersebut dibacakan dengan intonasi yang benar. Kami pun saling mengoreksi satu sama lain.Dan kami pun baru menyadari bahwa sekarang telah menunjukan pukul lima sore dan aku harus segera pulang, karena aku sudah berjanji akan pulang sebelu maghrib.
"Tokk ... Tokk ... Tokk ... Bu." Aku langsung masuk sesaat setelah aku mengetuk pintu.
Karena dari tadi aku sangat cape kerja kelompok seharian dari pagi sampe hampir maghrib. Sekarang posisiku sedang berada tepat di depan kipas angin. Setelah selesai dan tubuhku sudah tidak berkeringat aku pu lanjut dengan membesihkan diri agar lebih segar.
□□□
Kini aku masih memikirkan tentang besok, karena besok merupakan hari dimana penamilan dari setiap kelompok. Aku ragu bisa menampilkan secara masksimal untuk berperan sebagai Juliet.
□□□
“ Han, gimana besok aku takut penapilan ku tidak maksimal dan nanti malah menghambat penampilan semuanya.” Kataku yang mengadu kepada Hani.
“ Udah gak papa, kita tampil aja sebisa mungkin, Gimana hasilnya kita tanggung bersama.” Jawaban Hani sedikit membuatku reda.Sekarang sudah waktunya pulang sekolah dan aku semakin merasa takut. Bercampur aduk dengan rasa gugup. Sekarang aku dan empat sahabatku sedang berjalan menuju ruangan auditorium. Disana sudah banyak siswa-siswa yang lain , aku sedikit telat.
“Sekarang semuanya sudah kumpulkan, kita langsung aja ya lanjut. Kita mulai secara acak ya mulai dari kelompok 2. Sekarang siapkan ya. “ Ujar Kak Dinda
Sekarang aku gugup sampai script yang sudah dihapal hilang semua. Karena ke gugupanku. Sekarang aku merasa pusing dan berlari keluar.
□□□
Kini aku bisa menatap dinding rumhku,
“ Bu kok aku ada di rumah, kan tadi aku lagi disekolah ““ Tadi itu kamu pingsan dan diantar oleh kakak kelas kamu namanya siapa ya ibu lupa, Deva apa siapa gitu.”
“ Bu tadi yang nganterin aku itu kak Deva? Tanyaku kaget karena tidak percaya karena diantar oleh kak Deva. Dan ibuku hanya mengagguk. Dan aku memikirkan bagaimana besok kalau disekolah tiba tiba bertemu dengan Kak Deva. Aku pun langsung kembali tidur karena kepalaku terlalu pusing ditambah kejadian tadi yang membuatku bertambah pusing.
□□□
Kini aku sedang berjalan ke kantin dan mataku langsung tertujuke sosok laki-laki, dan setelah sudah di terawang ternyata lelaki itu Kak Deva. Dan aku pun memberanikan diri untuk menyapanya dan mengajaknya ke taman untuk berterima kasih karena telah mengantarku puulang.“ Kak makasih ya kemarin udah nganter aku pulang. “
“ Iya sama-sama lain kali hati-hati ya jangan sampe pingsan di sekolah lagi.” Kata kak Deva. “ kamu juga jangan terlalu memikirkan tentang apa yang akan terjadi sebelum hal itu kamu lakukan, karena hidup itu harus dihadapi.”
“ iya kak, makasih ya”
Kini aku akan berusaha untuk tidak terlalu memikirkan apa yang akan terjadi sebelum hal itu aku hadapi.
Komentar
Posting Komentar